Bidang Kompetensi

Berita



Pustekbang LAPAN dan IAEC Sinergikan Peran Pelaku Perekayasa Penerbangan Nasional
Penulis Berita : TriWid • Fotografer : Tmd • 31 Jan 2017 • Dibaca : 953 x ,

Dalam upaya mensinergikan dan meningkatkan peran pelaku penerbangan dalam pengembangan pesawat nasional, maka  Pusat Teknologi Penerbangan LAPAN dan Indonesia Aeronautic Engineering (IAEC) menyelenggarakan Seminar Terbatas dengan tema “Peran Pelaku Penerbangan dalam Pengembangan Pesawat Nasional ke Depan”. Kegiatan tersebut dibuka oleh Deputi Bidang Teknologi Penerbangan dan Antariksa, Rika Andiarti yang mewakili Kepala LAPAN, pada hari Senin, 30 Januari 2016 di auditorium LAPAN Bandung.

Seminar terbatas di bidang penerbangan ini dihadiri oleh para stakeholder terkait yaitu LAPAN dan DKUPPU Kemenhub yang mewakili institusi pemerintah, PTDI selaku Industri Penerbangan, INACOM dan IAEC yang mewakili asosiasi engineering penerbangan serta perwakilan dari beberapa UKM Indonesia yang bergerak di bidang engineering penerbangan.

Dalam kata sambutannya, Rika Andiarti menyampaikan program pengembangan teknologi penerbangan memiliki dasar yang kuat yaitu Undang-Undang RI Nomor 21 Tahun 2013 tentang keantariksaan untuk mewujudkan Indonesia yang mandiri, maju, adil dan makmur. Untuk itu, LAPAN mendorong pembentukan IAEC sebagai wadah bagi para perekayasa penerbangan untuk saling bersinergi dalam meningkatkan perannya untuk memajukan industri penerbangan di Indonesia. 
 
Menurut Rika Andiarti, untuk mewujudkan program yang ditetapkan pemerintah dalam RPJMN 2015-2019, LAPAN juga ingin berperan besar dalam membangun kompetensi unggulan di bidang penerbangan. Sebab menurutnya, bidang aeronautika menjadi salah satu bagian misi penguasaan teknologi yang tercantum dalam Undang-Undang tersebut, selain roket dan satelit. Upaya ke arah  tersebut, dilakukan   melalui upaya mendorong peningkatan kemampuan SDM yang unggul untuk meningkatkan penguasaan iptek dan teknologi di bidang penerbangan dengan melibatkan perguruan tinggi dan industri yang terkait.   
 
Selanjutnya Ketua IAEC, Hari Tjahjono, dalam sambutannya menyampaikan Visi dari IAEC yaitu menjadikan IAEC sebagai partner bidang rekayasa bagi Industri Penerbangan Nasional dan Internasional. Untuk melaksanakan peran tersebut, IAEC melakukan konsolidasi untuk memetakan potensi SDM yang ada, serta  membangun kompetensi dalam bidang aeronautical engineering melalui kerjasama nasional dan internasional, agar kedepannya mampu menjadi katalisator pengembangan teknologi penerbangan Indonesia yang mendunia.
 
Sesi berikutnya dilanjutkan dengan pemaparan materi dari 3 narasumber, yaitu 1) Agung Nugroho dari RAI, memaparkan materi : “Peranan yang bisa diambil IAEC dalam Pengembangan Pesawat Pasca N219”, dengan moderator : Rais Zaeni (PTDI), 2) Joko Sardjadi dari UAVINDO, memaparkan materi : “Teknologi UAV Mendukung Kemaritiman Indonesia”, dengan moderator : Ronald Betsy (UAVINDO), dan 3) Diding Sunardi dari Sriwijaya Air, memaparkan materi : “Pentingnya Membangun Kesadaran tentang Standarisasi dan Sertifikasi bagi para Perekayasa Kedirgantaraan dan IAEC agar dapat berperan lebih besar pada Industri Perawatan Pesawat Terbang Nasional, dengan moderator : Fadzar V. Caryanto (IAEC).

Selesai pemaparan dari masing-masing narasumber dilanjutkan dengan sesi tanya jawab.
Seminar hari pertama tersebut, selesai pada pukul 13.00 Wib., dan kemudian dilanjutkan dengan rapat kerja IAEC.

Dalam sambutannya selaku dewan pengawas IAEC, Gunawan S. Prabowo menyampaikan, untuk mencapai visi dan misi IAEC, maka perlu dimulai dengan membangun kompetensi SDM yang riil. Untuk itu perlu adanya pembentukan departemen SDM sebagai penggerak awal dalam merintis beberapa program bidang yang ada di IAEC. Selain itu, melalui money follow program diharapkan dapat membentuk konsorsium secara cepat untuk memperoleh pembiayaan yang dibutuhkan sebagai modal utama membangun bidang penerbangan. 

Pada hari kedua penyelenggaraan seminar, dipaparkan dua materi seminar oleh 2 orang dewan pakar IAEC. Materi pertama, yaitu tentang Peran yang  bisa diambil para Perekayasa Kedirgantaraan dan IAEC dalam merealisasikan program offset, TOT, Local Content dan Pengembangan Teknologi Industri Pertahanan, oleh FX. Sudharmono. Dilanjutkan dengan materi kedua, yaitu Peluang bagi para Perekayasa Kedirgantaraan dan IAEC dalam menunjang Program Riset Kedirgantaraan Nasional, oleh Teguh Rahardjo.
Selesai seminar pada pukul 13.00 dilanjutkan dengan rapat kerja IAEC sampai dengan pukul 17.30 Wib.


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815



© 2017 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL